Rumah tradisional yang berjaya

Rumah tradisional adat indonesia yang masih berjaya – Keragaman budaya Indonesia memang enggak ada duanya! Kekayaan yang dimiliki oleh negeri ini seakan enggak pernah habis untuk dibahas. Mulai dari Sabang sampai Merauke, semua daerah memiliki ciri khasnya masing-masing, termasuk desa adatnya yang unik.

Untuk lebih mengenal keragaman budaya Indonesia, kamu bisa berwisata ke desa adatnya yang tersebar di berbagai daerah.

Tidak heran bila banyak desa adat di Indonesia yang menjadi destinasi wisata budaya. Selain bisa belajar banyak tentang suku adat kamu juga bisa berkeliling di daerah sekitar desa yang tenang dan damai.

referensi tempat liburan desa adat di Indonesia

Desa Adat Ke’te Kesu, Tana Toraja

Desa adat di Tana Toraja ini merupakan tempat yang dibuat pusat aneka ritual suku Tana Toraja. Kamu bahkan masih bisa melihat areal kuburan orang Toraja zaman dulu lho, lengkap dengan peti mati yang masih tersimpan rapi di dinding gua.

Rumah desa adat Tana Toraja ini sangat terkenal dengan atapnya yang berbentuk seperti perahu atau disebut Tongkonan. Di bagian yang mewakili sebuah rumah kecil yang merupakan lumbung atau tempat menyimpan hasil tani dan ladang. Gantungan tanduk kerbau dan kepala kerbau juga menjadi hal unik yang bisa kamu temukan di sini.

Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur

Desa yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut ini telah lama jadi primadona turis domestik maupun internasional.Selain panorama, kamu juga bisa memfokuskan diri dengan pemilik rumah kerucut unik yang ramah. Rumah adat berbentuk kerucut ini bernama Mbaru Niang.

Meski atapnya hanya dibuat dari anyaman ilalang, namun Mbaru Niang sudah bertahan selama 19 generasi lho. Keren sekali bukan? Di sini Anda dapat membawa oleh-oleh kain tenun khusus perempuan Desa Wae Rebo atau kopi Flores dari kebun milik warga.

Desa Adat Suku Baduy, Banten

Di Pulau Jawa juga ada salah satu desa adat di Indonesia yang enggak kalah terkenal, yaitu Desa Adat Suku Baduy di Banten.

Suku Baduy sendiri terbagi menjadi kelompok, yakni Baduy Dalam dan Baduy Luar. Untuk mengunjungi Desa Baduy Dalam, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 5 jam dengan medan yang sedikit menanjak.

Urang Kanekes atau masyarakat Suku Baduy juga sangat memegang penuh kepercayaan leluhur. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang dilarang saat mengunjungi desa adat Indonesia satu ini, seperti:

  • Memotret
  • Mengambil hasil alam tanpa izin
  • Dilarang menggunakan sabun, shampoo, maupun pasta gigi

Kalau kamu berwisata ke desa adat di Indonesia satu ini, selalu pastikan untuk mentaati aturan-aturan tersebut untuk menghormati penduduk setempat.

Desa Praijing dan Ratenggaro, Sumba Barat

Siapa yang tidak mengenal eksotisme Pulau Sumba? Permata tersembunyi di Indonesia ini juga punya desa adat yang tidak kalah uniknya. Bukan hanya satu tapi dua. Desa Praijing dan Desa Ratenggaro. Merupakan desa adat di Indonesia yang sama-sama memiliki rumah adat Sumba yang disebut Uma Bokulu atau Uma Mbatangu.

Uma Bokulu memiliki arti rumah besar sedangkan Uma Mbatangu berarti rumah menara. Sesuai namanya, rumah adat di desa kedua ini atapnya menjulang seperti menara. Bedanya jika di Desa Praijing kamu akan disuguhi pemandangan Bukit Praijing yang mempesona, di Ratenggaro kamu akan mendapatkan panorama pantai Sumba Barat yang aduhai. Tinggal pilih mana yang jadi favoritmu.