Perjanjian Perdagangan AS dengan China Sudah Berakhir

ab7e4ddc 80ee 4fef 8cce e56c36cd91ab 169 - Perjanjian Perdagangan AS dengan China Sudah Berakhir

Perjanjian Perdagangan AS dengan China Sudah Berakhir. Direktur Kebijakan Perdagangan dan Manufaktur Amerika Serikat Peter Navarro mengatakan bahwa perjanjian perdagangan AS dengan China telah berakhir. Navarro mengaitkan pengakhiran perjanjian itu sebagai bagian dari kemarahan Washington karena Beijing sebelumnya tidak memberikan peringatan apa-apa tentang wabah virus corona (covid-19) sejak awal.

“(Perjanjian dagang) itu sudah berakhir,” kata Navarro, kepada Fox News, Selasa.

Dia mengatakan titik balik untuk mengakhiri semua perjanjian dagang itu muncul ketika Amerika Serikat mengetahui tentang penyebaran virus corona sesaat setelah delegasi China sudah meninggalkan Washington menyusul penandatanganan perjanjian Fase 1 pada 15 Januari 2020.

“Itu pada saat mereka telah mengirim ratusan ribu orang ke negara ini (AS) untuk menyebarkan virus itu, dan hanya beberapa menit saja setelah roda naik ketika pesawat lepas landas, kami sudah mulai mendengar tentang pandemi ini,” ujar Navarro.

Hubungan AS dan China sudah mencapai titik terendah atau memburuk mulai awal tahun sejak pandemi virus corona yang berasal dari Kota Wuhan di China, ditemukan di AS. Ini sama saja memberikan hantam yang sangat kuat kepada Amerika Serikat. Presiden Donald Trump dan pemerintahannya berulang kali menuduh Beijing tidak transparan tentang wabah tersebut.

Tuduhan China salah menanggapi wabah sejak awal juga telah dilayangkan oleh Presiden Donald Trump secara langsung. Bahkan Trump dan pemerintahannya telah kerap kali melontarkannya berkali-kali.

Ini disampaikan presiden ke-45 AS itu, sehari setelah Perwakilan Dagang AS (USTR) Robert Lighthizer berbicara di Kongres AS. Lighthizer menilai China sejauh ini sudah memenuhi persyaratan dan perjanjian “fase satu” guna meredakan perselisihan keduanya.

Donald Trump sudah memperbarui ancamannya untuk memutuskan hubungan dengan China pada Kamis lalu. Ancaman ini akan diberikan sehari setelah sejumlah diplomat tinggi AS mengadakan pembicaraan dengan Beijing. Penasihat perdagangan AS juga mengatakan bahwa mereka tidak akan lagi mempertimbangkan pemisahan hubungan ekonomi AS dan China sebagai pilihan yang layak.

Navarro juga telah menjadi salah satu Daftar 918Kiss pengkritik paling blak-blakan tentang China di antara penasihat senior Trump. Dalam cuitannya melalui akun @realDonaldTrump, mantan pengusaha itu menulis AS akan tetap mempertahankan opsi kebijakan “decoupling“. Atau pemisahan antara ekonomi negara yang dahulunya memiliki keterikatan yang kuat.

“Itu bukan kesalahan Duta Besar Lighthizer (kemarin di Komite) karena mungkin saya tidak menjelaskan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari AFP.

“Tetapi AS tentu saja mempertahankan opsi kebijakan, dalam berbagai kondisi, decoupling lengkap dari China,” tegasnya lagi.

Mei lalu, Trump bahkan mengaku tak tertarik lagi berbicara dengan Presiden Xi Jinping dan ingin langsung memutuskan hubungan ekonomi kedua negara. Sejumlah UU juga tengah digodok untuk memindahkan manufaktur AS dari China dan mendepak perusahaan negeri Tiongkok dari Wall Street.

AS saat ini memang menjadi negara yang paling parah dilanda wabah COVID-19. Menurut Worldometers, saat ini telah ada 2.388.153 kasus corona di AS, di mana 122.610 orang di antaranya telah meninggal dunia dan 1.002.929 sembuh.