New Normal Bisnis Jasa Boga - New Normal Bisnis Jasa Boga

New Normal Bisnis Jasa Boga dan Resepsi Pernikahan

New Normal Bisnis Jasa Boga dan Resepsi Pernikahan – Protokol tersebut mengatur seluruh aspek mulai dari wedding organizer, hotel dan gedung, katering, dekorasi, fotografi, dan videografi, sanggar rias atau MUA, bridal dan jas, kartu undangan dan souvenir, MC, entertainment, dan kesehatan.

Gabungan Perkumpulan Penyelenggara Pernikahan Indonesia merilis protokol new normal pada bisnis jasa boga dan resepsi pernikahan.

Kemudian, menyiapkan ruang khusus bagi tamu dengan suhu tubuh diatas 37,5 derajat celcius serta menyiapkan hand sanitizer di titik penting.

“Kami juga menyarankan menyiapkan tempat cuci tangan sebelum memasuki ruangan acara,” imbuhnya.

Ketiga, dari bidang katering salah satunya yakni semua karyawan dalam keadaan sehat. Jika terdapat karyawan yang sakit atau suhu diatas 37,2 derajat celcius disertai gejala-gejala covid-19, maka dilarang untuk bekerja.

“Pekerja menggunakan peralatan sesuai dengan peraturan yang berlaku selama berada di tempat produksi,” tulisnya.

Dalam dokumen yang diterima Aplikasi Poker 99 Online, Selasa, protokol tersebut telah disetujui oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pernikahan dan Gaun (APPGINDO) Andie Oyong.

Ketua Umum Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Iden Gobel, Ketua Umum DPP Perhimpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia Suyatmi Harun.

Mereka juga meminta anggotanya untuk memperhatikan kebersihan dapur katering dan infrastrukturnya hingga menu sehat yang variatif dan peralatan yang bersih.

Keempat, dari aspek dekorasi, salah satu anjuran mereka adalah menyediakan pelaminan berjenjang, menggunakan level, dan lebih lebar.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia

Hal ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan serta disepakati semua yang terkait. Mereka juga menyarankan untuk menyediakan meja hand sanitizer di beberapa titik. Mereka juga menyarankan konsep labirin untuk jalur antrian.

“Posisi taman kecil tidak di depan pelaminan, berubah di samping atau di sela-sela undakan tangga sebagai pembatas,” katanya.

Kelima, aspek fotografi dan videografi. Mereka menyarankan untuk mengecek suhu tubuh kru, membersihkan alat, menggunakan masker dan sarung tangan, serta tidak menerima foto melalui handphone.

Kemudian, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspedi) Agung Hariono, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia Suprafto, dan Ketua Umum Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia (Hastana) Gandi Priapratama. Mereka mengesahkan protokol tersebut pada 2 Juni 2020.

Pertama, dari aspek wedding organizer. Mereka menyatakan seluruh wedding organizer yang menjadi anggota Hastana mengusung prinsip Hygiene, Adaptive, Solutive, Team, and, non-touch, Action (HASTANA).

Sebagai contoh tindakan hygiene adalah mendata seluruh personil yang terlibat mulai suhu tubuh, hingga surat keterangan sehat, dan lainnya. Lalu, seluruh WO akan membawa 2-3 pakaian yang berbeda saat hajatan. Mereka juga mewajibkan kru untuk mencuci tangan secara berkala.

“Solusi lain yang kami sarankan adalah jumlah undangan dibatasi, disarankan hanya menggunakan setengah dari kapasitas venue,” tulis mereka.

Kedua, dari segi hotel dan gedung mereka menyarankan kapasitas ballroom hanya boleh diisi sekitar 50 persen dari kapasitas normal. Alternatifnya yakni mengurangi jumlah undangan atau membagi jam acara dalam beberapa sesi.

“Protokol kesehatan dan keamanan di resepsi pernikahan ini, diharapkan dapat memberikan kenyamanan calon pengantin dan tamu undangan untuk tidak khawatir menyelenggarakan dan menghadiri resepsi pernikahan,” tulis mereka dalam dokumen tersebut.