Fakta Unik Nama-Nama Khas Masyarakat Bali

Fakta Unik Nama-Nama Khas Masyarakat Bali – Siapa sih yang tidak tau tentang Pulau Bali. Bukan hanya wilayah Indonesia, Tapi pulau dengan nama Seribu Pura ini juga sangat dikenal mancanegara. Bali tak hanya memiliki budayanya yang unik dan alamnnya yang indah, Bali banyak memiliki keunikan lain. Ya. Masyarakat Bali memiliki sederet nama-nama unik dan khas. Menariknya, tak hanya unik saja, ada nama-nama lain yang menarik dikulik menurut kastanya.

Penggunaan nama oleh warga Bali, ada beberapa hal yang perlu perhatian. Salah satunya adalah tentang kategori atau golongan. Untuk pengetahuan di Bali terbagi dalam dua kategori atau golongan. Golongan masyarakat biasa dan golongan dari keluarga kerajaan atau istana.

Dewan Pimpinan Kabupaten Perhimpuan Pemuda Hindu Indonesia

Jro Penyarikan Duwuran Batur menjelaskan masyarakat Bali terbagi menjadi  dua sistem atau golongan. “Pertama Jaba (luar) termasuk golongan luar istana,” ucapnya memulai perbincangan dengan Liputan6.com, Kamis (27/8/2020).

Kedua, Jro melanjutkan, golongan Triwangsa yang terbagi dalam beberapa bagian, mulai dari Brahmana, Satria dan Waysa. “Nah biasanya kalau brahmana itu, Ida Bagus dan perempuan Ida Ayu. Sedangkan Ksatria ada Tjokorda, Ada Anak Agung, I Dewa dan I Desak, ada juga Gusti,” ujarnya.

Jro menambahkan, Jika masyarakat Jaba atau yang luar Triwangsa menggunakan nama-nama umum seperti Wayan, Kadek, Ketut dan lainnya.

“Nama anak pertama itu Wayan berarti Wayahan (pertama), Gede dan Putu. Anak kedua Made dan Nengah, anak ketiga ada Nyoman, Komang dan keempat Ketut nama yang artinya ngatut atau sebagai beliau sebagai penutup sistem KB Bali,” ujarnya.

“Jika lahir anak kelima akan kembali lagi kepada nama pertama Wayan. Nama anak kelima Wayan dan seterusnya,” tuturnya.

Sementara itu, Selain nama tersebut atas. Bali juga memiliki nama-nama yang mempunyai keistimewaan. Bahkan, beberapa daerah Bali ada yang memiliki nama panggilan khusus untuk anak-anak gadis daerahnya.

“Ada yang menggunakan nama Iluh. Panggilan ini untuk menyebut anak gadis Bali. Biasanya daerah daerah Buleleng, Singaraja lebih banyak menggunakan nama ini,” ucapnya.

“Nama lainnya yang memiliki anugerah dan tanggung jawab tertentu ialah Jro. Penggunaan nama ini  untuk panggilan kepada pemangku (pendeta Hindu), Jro Balian (pengobatan) atau Jro Pemuput Rohaniawan yang menyelesaikan upacara2 di pura-pura,” ucapnya.