real madrid  140801220519 458 - Bola Ganjil Episode Klimaks Periode Emas Real Madrid di Eropa

Bola Ganjil Episode Klimaks Periode Emas Real Madrid di Eropa

Bola Ganjil Episode Klimaks Periode Emas Real Madrid di Eropa – Sering kali peristiwa hebat meninggalkan kesan negatif. Muncul perasaan sia-sia dan tidak ada gunanya menyaksikan hal serupa pada masa depan. Toh yang terjadi nanti tidak akan menandingi yang baru saja tersaksikan.

Itulah perasaan mayoritas dari 127 ribu lebih orang yang hadir di Hampden Park pada 18 Mei 1960. Suporter terkagum-kagum menyaksikan tontonan lapangan.

Real Madrid menaklukkan Eintracht Frankfurt 7-3 pada final Piala Champions, cikal Liga Champions. Namun, bukan hanya jalan laga yang menarik, melainkan artinya.

Itu adalah gelar kelima beruntun Los Blancos, sebuah pencapaian yang hingga kini belum bisa samai atau mungkin tidak bakal terulang lagi.

Dengan menghancurkan Eintracht Frankfurt, Real Madrid sudah mempertegas status sebagai raja Eropa dan membungkam mereka yang meragukan

Larangan Tampil untuk Frankfurt

Rivalitas besar dalam olahraga biasanya memiliki sejarah permusuhan antara keduanya. Final Piala Champions 1960 juga punya.

Partisipasi Eintracht Frankfurt sempat terragukan. Pasalnya, Federasi Sepak Bola Jerman Barat mengeluarkan larangan bertanding menghadapi tim yang berisi Ferenc Puskas. Mereka masih sakit hati dengan tuduhan Puskas yang menyebut timnas Jerman Barat menggunakan doping pada 1950-an.

Pada akhirnya federasi mengeluarkan lampu hijau setelah Puskas menulis surat formal permintaan maaf. Ironisnya, Puskas memainkan peran besar pada hasil pertandingan.

Perjalanan ke Final

Real Madrid bermain sebagai favorit. Usai menaklukkan Stade Reims 2-0 pada final edisi sebelumnya, mereka tanpa kesulitan menaklukkan Jeunesse Esch (agregat 12-2), Nice (6-2), serta rival domestik Barcelona (6-2) untuk kembali mencapai partai puncak.

Melansirkan dari https://rebekahdeecams.com/ Sisi lain bagan kompetisi, Eintracht Frankfurt mengawali debut di Liga Champions dengan impresif. Pasukan Paul Osswald melibas Young Boys (5-2), Wiener Sport-Club (3-2), dan Rangers (12-4).

Catatan impresif lain mengiringi sukses Die Adler. Mereka tidak pernah tertinggal dari lawan, tidak seperti Real Madrid yang sempat kalah pada hadapan Nice.

Jalan Pertandingan

Eintracht Frankfurt mempertahankan tren itu pada menit awal final. Mereka hampir memimpin jika Erwin Stein dan Richard Kress menaklukkan kiper Real Madrid Rogelio Dominguez pada situasi satu lawan satu pada dua kesempatan berbeda.

Sampai akhirnya D’ie Adler akhirnya memimpin melalui Kress pada menit ke-18. Kans Eintracht Frankfurt menjadi tim pertama yang menghentikan Los Blancos di Eropa semakin terbuka.

Namun, dua gol Alfredo pada Stefano dalam lima menit membuat Real Madrid kembali ke atas angin. Eintracht Frankfurt kemudian coba menyamakan kedudukan sebelum jeda mengandalkan umpan panjang. Para pemain belakang pun makin sering membantu serangan.

Pendekatan ini terbukti mengawali keruntuhan mereka. Pada injury time babak pertama, Puskas lolos dari pemain belakang lawan untuk mengejar bola yang terbuang rekan. Ia melepas tendangan kaki kiri yang memperbesar keunggulan Real Madrid.

Puskas mencetak gol kedua lewat penalti setelah terlanggar kapten Eintracht Frankfurt Hans Weilbacher di area terlarang. Selanjutnya ia melengkapi hattrick melalui tandukan, suatu metode yang jarang dilakukannya. Proses gol ini hanya 10 detik menyusul serangan balik Real Madrid usai menghadapi sepak pojok Eintracht Frankfurt.

Tidak berhenti sampai  situ, pemain asal Hungaria itu membuat gol keempat, teranggap terbaik pada laga ini, mengandalkan naluri dan teknik tinggi.

Gol tersebut mengawali momen unik pada pertandingan. Tercipta empat gol dalam lima menit. Real Madrid mendapat satu angka lagi berkat  Stefano yang mengggenapi hattrick. Sementara Stein menyumbang dua gol untuk Eintracht Frankfurt.

Tidak ada waktu bagi Eintracht Frankfurt mengejar 4-5 gol untuk melakukan comeback. Real Madrid memenangkan gelar kelima, atau pertama bagi Miguel Munoz sebagai pelatih. Munoz sebelumnya tiga kali memenangkan Piala Champions menjadi kapten Los Blancos.

Penonton menunjukkan apresiasi jauh setelah peluit terakhir dengan bertepuk tangan saat skuat Real Madrid melakukan parade keliling lapangan.

Akhir Sebuah Era

Jumlah suporter dari Hampden Park hingga kini masih menjadi rekor terbanyak pada final Piala/Liga Champions. Edisi 1960 merupakan episode terakhir kejayaan Real Madrid pada Eropa. Mereka tersisih pada babak 16 besar pada musim berikutnya dari Barcelona.

Puskas dan  Stefano semakin menua dan pengaruhnya berkurang. Meski begitu, pemain-pemain bintang lain bergantian hadir demi mempertahankan kehormatan Real Madrid.

Meski sempat paceklik gelar selama tiga dekade lebih, Los Blancos total memenangkan delapan gelar lagi usai periode dominasi pertama untuk mengemban status tim tersukses kompetisi.